Sunday, March 23, 2008

Cerpen

Jilbab Untuk Naomi

    Hari ini sengaja kubuka mata lebih pagi,ini adalah hari pertamaku kerja,jadi tentu saja aku harus memberikan kesan baik padateman teman khususnya atsanku dan terutama gadis manis yang kukenal saat aku melamar kerja beberapa minggu yang lalu,Naomi,begitu dia menebut namanya.Dhika,begitu aku memperkenalan namaku padanya,meskipun namaku sebenarnya adalah;Andhika Raja PutraAdrian Widodiningrat,dapat kalian hitung berapa banyak huruf yang ada disana.
Setelah bersiap-siap aku segera berangkat dengan menggunakan sepeda motor kesayanganku,beberapa menit kemudian sampailah aku dihalaman parkir kedutaan Jepang di Indonesia.Hari ini hari keberuntunganku,Naomi gadis manis kenalan pertamaku ditempatbaruku ini,dia tersenyum manis padaku,terang saja aku membalasnya dengan senyuman termanis yang kumiliki.Aku bersenda gurau dengannya,aku cukup senang dia mau mengucapkan selamat datang padaku,enan terbata-bata diucapkannya ucapan selamat datang untukku.Semakin hari hubunganku dengannya makin akrab saja bahkan kini kami tak hanya sekedar teman,walau sebenarnya aku tahu aku tak mungkin menjalani hubungan ini kejenjang yang lebih serius,agama yang memisahkan kami,Aku tak hanya senang untuk sekadar mengobrol dengannya,tapi kata-kata cerdas yang dikeluarkan dari mulutnya cukup membuatku semakin mencintainya,namun akhir-akhir ini hubunaganku mulai terusik,keseriusan Naomi padaku membuatku segan untuk semakin dekat dengannya,sering kali dia membuatku jengan saat berulang kali ditanyakannya kelanjutan hubungan kami”Dhk apa gakada baiknya kalau kita sama-sama meminta restu pada krdua orang tua kita?”tanyanya suatu hari,kujawab pertanyaan basi itu dengan lembut”Aku tahu,tapi aku yakin jawaban orang tuaku pasti tak akan pernah seperti yang kamu duga,kita itu gak sehati dan gak sejalan”jawabku.”ya sudah buat aku itu bukan masalah!”jawabnya lagi.”Tapi bagiku menikah berbeda keyakinan itu bermasalah.”jawabku.”ya sudahlah Dhik kalau begitu kamu harus ikut keyakinanku jadi kita bisa sejalankan?”jawabnya lagi dengan nada marah khas perempuan,aku tak habis fikir dia bisa mengatakan hal seegois itu,aku ingin melanjutkan kata-kataku,tapi kurasa itu tak baik,langsung kutinggalkan Naomi sendirian,aku tak akan pernah mau menukar keyakinanku dengan suatu keraguan
Kuputar putar tuning radio,kumatikan lalu kunyalakan,kuputar lagi dan akhirnya kumatikan juga,sebenarnya hari ini aku ingin mengajak Naomi untuk sekadar mengenal agamaku,tapi sudahlah,harapku pupus sudah.Sejak kejadian itu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku,sejak saat itu pula aku tak pernah bertemu dengan Naomi lagitak kufikirkan lagi tentang wanita yang akan jadi pendampingku kini,orangtuaku telah menjodohkanku dengan seorang wanita manis bernama Fatimah,anak seorang kiai didesaku dan aku akan segera menikah dengannya.
Setelah menyiapkan segala tek-tek bengeknya hari itu pun tiba,aku akan menikah dengan Fatimah,tapi hari pernikahanku membutku ingat pada Naomi ini hari ulang tahunnya,dan kami pernah berjanji untuk merayakannya bersama,tapi toh semua itu telah lama berlalu,aku sudah punya Fatimah yang sedang kucoba untuk mencintainya.Setelah resepsi pernikahan selesai aku duduk disamping Fatimah namun tak lama kakak iparku menyapa dan berkata”dhik ada cewek cantik nyariin kamu,pake kerudung lagi!”katanya seraya melirik Fatimah yang dikenalnya pencemburu.Kuraih tangan istriku untuk menemui tamuku dan betapa kagetnya aku saat kudapati Naomi ada dihadapanku,kukenalakan dia pada istriku lalu istrikupun pergi mengerti,kutatap Naomi seraya berkata dan bertanya”kamu cantik memakai jilbab itu Mi,oh ya ada apa kamu kemari?”"apa kamu lupa janji kamu,kamu kan mau memberikan kado ulang tahunku yang pertama.”jawabnya “ya Allah aku lupa”seruku dalam hati”Dhik istri kamu cantik ya!”serunya”aku dijodohkan dengannya yang insya Allah akan membuatku lebih dekat dengan Allah”jawabku”aku juga senang dapat bertemu dengan orang yang mengawali cintaku pada Allah”balasnya.
Aku beranjak dari tempat dudukku dan kedalam untuk mencari apa yang dapat kuberikan padanya.Lalu kutemukan jilbab cantik ditangan istriku lalu katanya”kasih ini sama dia pasti dia terkesan”kuulurkan tangankumenggapai kado istimewa itu dari istriku dan dariku Naomi meraih kado istimewa itu.bagiku kado istimewa itu adalah istri yang akan meluruskan jalanku hingga lurusdan bagi Naomi kado istimewa itu jilbab yang bisa menambah cinta Allah padanya.

Posted by ayu at 07:32:15
Comments

Leave a Reply